Peringatan HAB Kemenag RI ke 80: Mahasantri Manca UIN Syekh Wasil Kediri Khidmat Hingga Ramah Tamah

Hari ini Sabtu 3 Januari 2026 terasa istimewa bagi Arasta, Suhada, Salsabila, dan Samrei, karena untuk pertama kalinya semenjak mendarat di bumi Nusantara wabil khusus di UIN Syekh Wasil Kediri, mengikuti upacara lengkap dengan segala protokolernya, pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks Pancasila, dan juga pembacaan naskah UUD 1945. Ya mereka adalah mahasantri Ma’had al-Jami’ah Darul Hikmah UIN Syekh Wasil Kediri Angkatan tahun 2025-2026 berasal dari Afganistan dan Kamboja. Dengan seragam hitam putih berbalut jaket almamater mereka terlihat menikmati rangkaian apel hingga sesi ramah tamah tasyakuran di gedung Student Center (SC) setelahnya.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya UIN Syekh Wasil Kediri menggelar apel dalam rangka Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI yang tahun ini merupakan kali ke 80. Mengambil tempat di halaman SC sisi utara kampus, apel diikuti para ASN dari unsur pejabat, pimpinan, maupun pegawai, termasuk unsur dosen. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Rektor UIN Syekh Wasil Kediri Prof. Dr. Wahidul Anam, M.Ag yang membacakan sambutan Menteri Agama RI yang menegaskan pentingnya menjadikan agama sebagai sumber pencerahan dalam menghadapi tantangan zaman modern, termasuk perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menag bahkan memberikan penkanan bahwa ASN Kemenag memiliki peran strategis dalam mengisi ruang-ruang digital dan teknologi dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan, agar perkembangan AI tidak hampa dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

Peringatan HAB tahun 2026 ini bertemakan “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Apel hari ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada para mahasiswa duta prestasi berbagai ajang lomba di tahun 2025. Selesai apel dilanjutkan ramah tamah bersama di Gedung SC yang telah disiapkan tumpeng sebagai  ungkapan rasa syukur, dan tentu saja sesi wajib foto bersama di depan banner raksasa halaman SC yang tentu saja ini bukan bagian dari protokoler upacara.